Berserah Diri

berserah-diri-2zq685jgkdx7vntzg5ccn4“Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka pasrahkanlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berserah diri kepada-Nya”. -Al-Imran[3]: 159-

SEMEDIEnergi yang sangat menentukan dari perjalanan sebuah perjuangan yaitu energi kepasrahan (surrender/tawakal). Saya percaya kita semua yakin bahwa ada entitas yang lebih tinggi yang mengatur dan menguasai hidup manusia yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Semua yang anda miliki saat ini bukan semata-mata hasil usaha anda sendiri, namun karunia dan anugrah Tuhan lah yang mengijinkan semua itu terjadi.

Yakinlah bahwa Tuhan tidak menginginkan anda gagal dan menjadi makhluk yang tak berguna. Tugas kita di dunia adalah menjadi khalifah-Nya untuk membantu sesama kita, menegakkan nilai-nilai luhur, kebaikan, keadilan, cinta kasih dan itu tidak bisa terjadi jika kita gagal.
 282933_382412291849674_299660273_n
Oleh karena itu, percayalah bahwa Tuhan menginginkan anda untuk menjadi orang yang sukses dan berhasil karena dengan demikian barulah anda bisa membantu dan mengangkat orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan nilai manfaat bagi sesama manusia, demikianlah di tegaskan oleh Nabi Muhammad.
Saudaraku, sejatinya kepasrahan menimbulkan kekuatan. Di dalam kepasrahan ada kekuatan yang sangat  dahsyat yang tak terduga. Ada potensi kedalaman yang selama ini tertidur menjadi terbangun bersamaan dengan kepasrahan yang mendalam. Pasrah bukanlah kelemahan, sebagaimana yang disangka oleh mereka yang tidak mengerti. Pasrah adalah sarana untuk lahirnya kekuatan inti manusia. Bahkan menarik kekuatan dari alam tingkat tinggi, alam ketuhanan.
Kepasrahan bukanlah putus asa. Tetapi merupakan kepercayaan penuh terhadap pihak yang dipasrahi. Pasrah bukanlah kebodohan. Tapi merupakan kesadaran yang kuat akan kefanaan diri dan pengakuan akan kesempurnaan pihak yang dipasrahi. Kepasrahan bukanlah tindakan yang kolot. Tetapi kepasrahan merupakan kepercayaan yang total akan kebijaksanaan agung dan rancangan paripurna dari Tuhan yang Maha Tinggi.
Pasrah yang penuh kekuatan. Yaitu kepasrahan yang diarahkan kepada Kekuatan Yang Maha Tinggi. Jadi bukan sekedar menyerah, sekedar berpasrah. Tapi ada kesadaran bahwa ada yang layak untuk dijadikan sandaran dan pegangan. Ada Tuhan, tempat bergantung. Ada Tuhan Yang Maha memperkenankan doa. Ada Tuhan Yang Maha Mewakili.
Saudaraku saya tidak mengajak pada pasrah yang salah-kaprah. Yaitu pasrah yang dilandasi kebodohan dan kegelapan. Pasrah yang ngawur dan tanpa pemahaman. Seperti pasrahnya orang yang pengecut, munafik dan pecundang. Pasif, dizhalimi dan disiksa bukannya berusaha membela diri tapi malah menyerah saja, karena takut atau pengecut.
Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik berpasrahlah meski apapun yang terjadi. Jangan melawan Allah Yang Maha berkreasi mengerjakan pekerjaan-Nya dengan kemarahan, dengan protes dan dengan prasangka buruk. Dengan mengatakan; “Kalau ini tidak terjadi pasti keadaan akan menjadi lebih baik, kalau aku kaya raya pasti aku akan bahagia, musibah ini terjadi pasti karena orang itu”. Dan lain-lain penghakiman yang di berikan atas dasar prasangka buruk.
 aplod
Biarkanlah Allah berkehendak semau-mau-Nya. Percayalah dan sadarilah akan kebijaksanaan yang sempurna, rancangan yang paripurna dari Dzat yang Maha Bijaksana senantiasa diungkapkan dan disertakan dalam setiap ketentuan dan rancanganNya.
Dan dalam kepasrahan yang mendalam kepada Allah ada kedamaian yang luar biasa, ketenangan yang jernih, yang pada akhirnya akan membawakan kita pada peningkatan jenjang pengalaman batin, kekuatan jiwa, kesadaran yang meningkat ke tahap yang lebih tinggi dan juga pada waktu yang tepat, muncullah solusi dari masalah-masalah yang dihadapi. Insya Allah.
Sholehan Latundo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *