Berhenti Sejenak

Berhenti Sejenak

Screenshot_2016-03-10-12-16-14-1

Oleh: sholehan latundo

“Merenung sesaat lebih baik daripada ibadah setahun” -Muhammad saw-

Belajar bagaimana untuk hidup secara mendalam disini dan saat ini dimulai dengan kearifan berhenti. Dalam tradisi Islam kita mengenal istilah “wuquf” yang memiliki makna berhenti. Ini adalah merupakan kearifan yang sangat menakjubkan. Jadi cara pertama untuk mengenal diri anda adalah belajar bagaimana berhenti dan melihat ke dalam.
Saat anda terusik, ketika seseorang sedang marah atau menjerit, ketika anda sedang begitu sedih dan tertekan, apa yang dapat Anda lakukan untuk tersenyum kembali dan menjadi lebih hidup? Jika anda mempelajari seni untuk berhenti, dengan demikian anda bisa menenangkan diri dan orang yang ada disekeliling anda. Tujuan dari berhenti adalah agar anda menjadi tenang, berpandangan terang dan solid. Anda tidak dapat memusuhi masalah.
Berhenti tidak berarti duduk diam. Meskipun anda duduk diam pada suatu tempat, pikiranmu bisa terhanyut ke masa lalu, masa depan, atau terpaku pada kesibukanmu, dan itu bukanlah berhenti. Di dalam diri anda ada sebuah video yang di putar setiap saat, tanpa berhenti; Anda berpikir tentang ini dan itu, anda melihat bayangan dan kemudian bayangan yang lain lagi. Hal ini tidak pernah berhenti. Jadi, meskipun Anda tidak tidak mengatakan sesuatu dengan suara lantang, tetap saja tidak ada keheningan, ketenangan dan kedamaian di dalam dirimu. Keheningan dari sisi internal membantu anda merasa nyaman dengan apa yang ada di sini pada saat ini. Hal itu mengizinkan anda memandang matahari terbenam dan benar-benar menikmatinya.
Jadi, berhenti adalah pulang kembali ke sini dan saat ini serasa menyentuh keajaiban-keajaiban anugrah kehidupan yang tersedia saat ini. Tanpa berhenti, pikiranmu tidak berada dalam kesatuan dengan anggota tubuhmu, bisa saja anda sedang duduk di satu tempat, akan tetapi pikiranmu berada di tempat lain. Berhenti untuk menyelaraskan tubuh dan pikiranmu, kembali ke sini dan saat ini, menikmati satu hal pada satu saat.
Bagian penting dari kearifan berhenti adalah menyelami secara mendalam agar anda dapat melihat. Anda seringkali menderita karena tidak melihat dengan hati-hati dan punya pandangan keliru. Bagaikan seseorang yang sedang berjalan pada suatu jalur lintasan kecil di malam hari, dia melihat seekor ular lalu menjadi ketakutan, kabur dan bersembunyi di dalam rumah, menjerit-jerit, “Ular, Ular!” Semua orang berlarian keluar dan ketika seberkas cahaya disorotkan ke “ular” itu, tertampak bahwa ular tersebut hanyalah seutas tali. Jadi, untuk mengendalikan diri kita sendiri, menenangkan hal-hal internal dan disekitar, anda perlu berhenti dan melihat secara mendalam.
Dengan berhenti, duduk tenang, cukup bernafas secara baik masuk dan keluar, menjadi tenang sisi dalam, anda menjadi lebih solid, lebih terkosentrasi dan lebih cerdas. Pikaranmu menjadi cerah dan anda merespon dengan sangat baik karena anda solid dan kokoh. Pada saat ini anda dapat melihat secara mendalam terhadap apa yang terjadi di dalam dirimu dan di sekitarmu. Dalam tradisi Islam, minimal lima kali berhenti dalam sehari, berhenti pada saat anda menunaikan sholat lima waktu dengan khusyu dan tenang adalah kearifan berhenti. Bagaimana saat anda berhenti, benar-benar anda bisa menikmati satu hal pada satu saat, anda menikmati saat anda berwudhu merasakan segarnya saat air yang jernih dan suci mensucikan membasahi wajah anda. Anda menikmati dengan tulus hati saat anda bersiap dan meluangkan waktu hadir menghadap kehadirat Tuhan.
Saat anda berhenti sejenak untuk merenung (tafakkur) keadaan diri, membuat jiwa menjadi tenang, hati anda menjadi jernih, pikiran anda menjadi cerah dan semakin solid. Memperbaiki diri, menyadari adanya akhir dari kehidupan dan menambah jumlah serta bobot amal baik. Dengan berhenti sejenak untuk merenung anda akan memandang kehidupan dengan penuh pelajaran dan kesadan bahwa hidup ini sama sekali tidak lalai dari keberadaan dan pengawasan Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Saudaraku, sudahkah anda berhenti sejenak? Kalau begitu marilah kita berhenti disini sejenak, yakinkan anda berada dalam posisi yang nyaman, entah anda duduk atau berbaring, perlahan olah pernafasan anda tarik nafas kemudian hembuskan, tarik, hembuskan. Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan, kepada diri sendiri, kepada organ-organ tubuh yang selama ini mendukung dalam mewujudkan apa yang menjadi impianmu. Mata anda yang tiada lelah mengikuti perintahmu untuk menuntun jalanmu usaplah mata anda lalu ucapkanlah terima kasih mata yang indah, terima kasih Tuhan. Kaki anda yang tiada letih membawa anda kemanapun yang anda kehendaki ucapkanlah terima kasih kakiku yang kokoh dan begitu banyak organ-organ tubuh anda yang selalu setia dan patuh kepadamu. Hargailah siapa anda dan apa yang anda kerjakan. Hargailah hal-hal yang mengagumkan; kesenangan-kesenangan kecil dalam kehidupan.

 

Berhentilah sejenak saudaraku. Sudahkah anda mensyukuri atas segala nikmat yang Tuhan berikan kepada anda, nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat keluarga, nikmat kesadaran, nikmat iman, nikmat pengetahuan? Bersyukurlah saudaraku. Sudahkah anda memikirkan betapa agungnya anda sebagai ciptaan Tuhan, pemimpin dimuka bumi, sebaik-baik ciptaan Tuhan? Pikirkanlah saudaraku! Sudahkah anda melakukan yang terbaik dalam hidup anda, sudahkah anda memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang anda cintai, mungkin dia ibu anda, bapak anda, adik anda, kakak anda, istri anda, suami anda. Saudaraku ada kuasa kehendak yang luar biasa dalam diri anda, jadilah yang terbaik saudaraku. Anda pasti bisa!
Lupakanlah soal pekerjaan untuk sementara waktu. Lupakanlah soal segalanya yang terjadi diluar sana. Lihatlah ke dalam dan sadarailah bahwa ada suka cita tertentu yang jauh lebih penting daripada rutinitas sehari-hari. Ketika kita bisa mengingat serta menghargai semuanya ini dan bersuka cita karenanya, kita menciptakan banyak suka cita dalam kehidupan kita.
Yang kita bicarakan bukanlah hal baru disini. Ini hanyalah untuk menyegarkan dan memperbaharui anda. Ini bukanlah sesuatu yang revolusioner. Ini hanyalah cara untuk menginspirasikan dan membantu anda bersemangat untuk memenuhi kehidupan seutuhnya. Ini adalah cara untuk membantu anda menempatkan seagalanya kedalam perspektif yang seimbang. Besok, setelah menjalankan rutinitas atau apapun yang anda kerjakan setiap harinya, anda bisa mengatakan, Terimakasih Tuhan. Saya senang bahwa saya hidup”.
Yang Anda butuhkan adalah waktu untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, mengatasi gejolak emosi. Berhentilah sejenak, merenung (tafakkur), membuat pikiran beristrahat, sehingga ritme yang konstruktif dapat kembali pulih secara alamiah. Praktik pernafasan juga sangat membantu. Latihan pagi hari dengan memurnikan dan mengatur nafas dalam ritme konstruktif yang alamiah akan membantu anda memulai hari dengan cara yang tepat melangkah setapak demi setapak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *