MENAKLUKAN KRISIS EKONOMI..!!

MENAKLUKAN KRISIS EKONOMI..!!

MENAKLUKAN KRISIS EKONOMI..!!
Temen-temen masih ingat doong kisah ‘Buah Kuldi’ yang pada akhirnya membuat Nabi Adam dan Siti Hawa terpaksa ‘down grade’ ke muka bumi? (QS, Al-Araf: 19-25)

Trus ada lagi kisah di jaman nabi Musa AS, dimana dijanjikan mayat Fir’aun tetap utuh agar bisa sebagai tanda bagi umat yang kemudian (QS, Yunus: 92). Hal ini telah terbukti dengan diketemukannya mummi Fir’aun (Pharaoh) di Mesir pada abad ke-20 M, bener kan??

Atau peristiwa ketika Ibrahim AS harus dibakar hidup-hidup sebagai hukuman karena beliau menghancurkan berhala-berhala kaum Babylonia. Saat itulah mukjizat dari Allah SWT turun. Atas perintah Allah, api menjadi dingin dan Ibrahim pun selamat (QS, Al- Anbiya: 58-69).

Ada lagi kisah di kitab suci saat Siti Hajar kehabisan ASI, lalu dia bersusah payah mencari air buat bayinya Si Ismail. Lha kok datang pertolongan Allah SWT melalui malaikat Jibril, tiba-tiba di dekat Ismail muncul sebuah mata air yang bening pool. Mata air itulah yang dikenal sebagai sumur zamzam dan masih ada hingga saat ini.

Klo saya kok mikirnya gini, semua kisah-kisah di atas dan juga masih banyak kisah-kisah lain yang dialami oleh para Nabi dan RosulNya, tetap hanyalah ‘Contoh Soal’ ujian atau ‘cobaan’ yang sengaja BELIAU ciptakan guna menguji keimanan umat manusia, bener nggak??

Nah sepertinya ‘Krisis ekonomi’ ini adalah ‘cobaan’ TUHAN di masa kini, masa setelah era Nabi terakhir. Sepertinya ini hanya mirip  beberapa ‘contoh soal’ di atas, yang sengaja BELIAU bikin guna menguji keimanan umatNya.

Saya rasa, TUHAN itu akan selalu membuat ‘contoh soal’ yang masuk akal dan sesuai jamannya, lha buktinya ‘Jaman Nabi’ nggak ada kisah krisis ekonomi. Tapi menunjukkan kemurkaanNYA dengan cara bencana, di mana umat saat itu sudah benar-benar paham bahwa bencana itu identik dengan kemurkaan BELIAU.

Jika analisa saya benar, berarti sebenarnya ‘cobaan’ berupa krisis ekonomi kali ini hampir sama dasyatnya dengan musibah banjir yang terjadi di jaman Nabi Nuh lho. Yaa setidaknya samalah wilayah yang merasakan efek dari ‘cobaan’ itu.

Lha piye? Krisis ekonomi ini juga melanda hampir seluruh negara di bumi ini lho, atau jangan-jangan TUHAN turunkan ‘Contoh Soal’ ini karena BELIAU rasa sudah banyak kerusakan yang manusia timbulkan di dunia ini ya?

Oke, selanjutnya. jika benar bahwa Krisis Ekonomi itu benar-benar ‘soal ujian’ atau ‘cobaan’ dari TUHAN, maka biasanya pada kitab suci yang BELIAU wahyukan, pasti telah tertulis ‘Rumus-rumus’ penyelesaian persoalan tersebut.

Maksud saya, kalo misal ibaratnya kita-kita ini adalah ‘mainan’ bikinan pabrik, maka Manual Book ‘Kitab Suci’ bikinan BELIAU itu sudah lengkap memberi ‘Guidance’ agar kita selamat sampai akhir tujuan.

Kalau nggak percaya, cobalah cari rumusan agar ‘terbebas dari krisis’ di Al Quran.. Pasti ada dan sudah terkandung pada At-Thalaaq : (2-3): “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Barang siapa yg Bertawakal, Allah akan mencukupi keperluannya.”

Benerkan, dijanjikan TUHAN akan selalu memberikan jalan keluar jee, dan kalau perlu akan diberi ‘rejeki Nomplok’ yang nggak terduga, mosok TUHAN bo’ong?? nggak mungkin laaah.., dan gampang lho, syaratnya hanya kita diminta ‘Taqwa’ doang, dijamin Lolos dari krisis ini.

Dan setelah saya browsing kesana kemari, ternyata yang dimaksud dengan Taqwa adalah: “memelihara diri dari siksaan TUHAN dengan mengikuti segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya dan Ridho (menerima dan ikhlas) atas hukum-hukum dan ketentuan Allah”.

Dan Allah juga menjamin ngga bakalan kekurangan bagi orang-orang yang Tawakal, yaitu yang “berserah diri kepada TUHAN setelah berusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuannya…”.

Lha saya, saya ini masih sangat jauh dari yang disebut sebagai Taqwa dan juga masih belum mampu Tawakal, tapi Alhamdulillaah sudah ngga kwatir-kwatir amat dengan yang namanya si ‘Krisis’ itu.

Bukan karena saya hebat lho yes!!! Tapi ternyata rasa kawatir itu perlahan mengendap setelah saya mencoba menganalisa, menghubung-hubungkan dan mempraktekkannya.

MENAKLUKAN-KRISIS-EKONOMI..!!-21Silahkan coba deh, siapa tau temen-temen juga bisa menjinakkan rasa kawatir itu, bagi temen-temen yang lain keyakinan, silahkan dicari dasar-dasarnya di kitab suci kalian, pasti miriiip deh, tapi klo yang saya lakukan adalah sbb :

1. Yakin rezeki hanya dari TUHAN

Dulu, sekitar tahun 2005, pasca ‘dipensiunkan’ dari pekerjaan lama, saya pernah dimintain tolong oleh seorang anak muda dan kemudian dijadikan TUHAN menjadi ‘Kuaayaaa Rayaaa’.

Ceritanya begini. Sepulang dari Amerika, dia dimodalin ayahnya untuk membeli tambang batu bara seharga Rp 9 Milyard, terus setelah dibenahi aspek hukum dan sosialnya, lha kok dibeli oleh salah satu taipan negeri kita seharga USD 100 juta. Masya Allaaaaah..!!

Lha USD 100 juta itu klo duit jaman sekarang kan setara dengan Rp 1,4 trilyun. Coba sampeyan nulis angka ’14’ trus ditambahin angka ‘0’ nya 11 biji, Subhanallaaah!!!… Buanyak buaaangeet.

Teman-teman pasti pernahlah pegang duit Rp 1 jt ??? lha ini 1,4 juta-juta rupiah lho.., wiiiih.., juta nya dua kali lho…, kalau dituker pakai duit seribuan kita, maka akan ada 1400 juta lembar.

Rasa-rasanya uang itu nggak akan habis 7 turunan, lha gimana ngga? lha wong kalo dibagi ke seluruh rakyat indonesia aja, masing-masing akan menerima selembar 5000an jeew, Subhanallaah lagi.

Balik ke Laap top..!!. Dan lebih dari 5 tahun setelahnya, saya selalu berharap padanya agar memenuhi janjinya untuk berbagi bagian saya, dan yang kemudian terjadi adalah kecewa..,kecewa..,dan kecewa.

Lha saya waktu itu kok yaa lupa pada petunjuk ‘Kitab suci’ untuk tidak menggantungkan rezeki hanya pada manusia, lha kok malah melupakan pemberi rezeki hakiki yaitu Allah : “Maka mintalah rezeki itu di sisi Allah.” (al-ankabut: 17).

Ééé.. , lha kok minggu lalu sang anak muda itu kirim pesan via ‘WA’, minta waktu ketemu kalau saya balik indonesia, “aku pengin konsultasi dan menata hidup lagi Jii”, Tulisnya di WA.

Karena penasaran, lalu saya tanya temen-temen dan perbankan.  Alhasil, lha kok katanya sekarang bisnis sang anak muda tersebut lagi nggembos, dan konon hutangnya hingga di atas Rp 3 Trilyun.. Masya Allaaaah..!!!

Kok bisa habis yaa duit dia?? kok malah punya utang berlipat-lipat dari kekayaan asalnya ya??

2. Perbanyak mohon ampun & taubat

Kalau saya kok lebih suka menjalankan dulu apa yang BELIAU perintahkan, lha terus nanti tinggal menunggu hasil yang BELIAU pula janjikan.., hehehe.

Lalu saya cari ayat-ayat di Al Qur’an yang berhubungan dengan Rezeki, siapa tahu ada cara-cara mudah atau perintah-perintah mudah dari BELIAU yang berujung pada kepastian didapatkannya rezeki.

Ééé ketemu juga, diantaranya surah Nooh (10-12) : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta.. dan seterusnya

Hehehehe, itu BELIAU lho yang janji, Ya udah, mulailah saya perbanyak istiqfar dengan ikhlas, sambil senyam-senyum menunggu janji BELIAU datang.

3Jangan putus asa, percaya diri

Yang benar-benar harus dipahamkan adalah: “Anda tidak sendiri!!!”,  lha wong semua menghadapi masalah yang sama kok, nggak cuman sak Jakarta, atau sak Indonesia, iki sak duniaaaa duuul..!!!

Masalah besar-kecilnya tabungan yang tersisa, atau besar kecilnya kerugian bisnis yang dialami, ‘Kabéh Kuwi Mung Masalah Rasa’, adanya di dada, bukan di kepala, Maka jangan paksa kepala anda memahami hal-hal yang masih susah dipahami.

Oh yaa, ini juga penting.. ingat, “PHK bukan kiamat!!!”, bisa jadi ini adalah kesempatan dimana TUHAN menyuruh kita agar mengembangkan jiwa ‘entrepreneurs‘.

Contohnya saya sendiri.. dulu saya sangat galau ketika mendapat kabar PHK (baca kisahnya di  “Lha Wong Pinjem Kok Nggak Ikhlas…”). Rasanya dunia berhenti berputar, yaah minimal agak melambatlah.

Tapi kalau sekarang-sekarang ini, dan insya Allah bukan bermaksud takabur, tapi saya berani berucap sebaliknya, “Alhamdulillah dulu saya dipecat..”

Lha karena apa?, lha ya karena dipecatlah maka saya menjadi dan mengalami yang dinamakan wiraswasta, hingga saat ini, lha coba dulu nggak dipecat, paling saya masih berkutat di dunia ‘Entertainment‘, itupun masih sebagai Karyawan.

Mau tau buktinya??

Ada ‘teman sebaya’ saya dulu dalam bidang pekerjaan, saat itu kami sama-sama memanagerin ‘MC’ kondang di negri ini, Ketika saya di pecat, saya ajak dia untuk merintis usaha bersama dan dia TOLAK.

Alhasil.., setelah 10 tahun berpisah, kapan itu kami ngopi bareng di rumah saya, posisinya dia masih tetep menjadi manager ‘MC’ tersebut dan tetap KONSISTEN : “masih naik sepeda motor..”

Lucunya, akhir-akhir ini sepertinya sang ‘MC’ sudah berpikir untuk ‘move on’ dari dunia keartisannya, buktinya beliau sudah beberapa kali mencoba ikut Pilkada gubernur atau bupati, Ya walaupun belum berhasil menang, lha tapi timbul pertanyaan saya dalam hati, “Nanti klo sang ‘MC’ menang jadi Bupati, trus ‘teman sebaya’ saya itu mau memanagerin siapa yaa??.

Yang tidak kalah penting, yakinlah bahwa ‘BADAI PASTI BERLALU’, Setiap krisis pasti ada akhirnya, demikian juga ‘Krisis Ekonomi’ seperti sekarang ini, pasti akan seperti krisis-krisis yang dulu pernah terjadi, dan pasti Berakhir.

Dan toh jika krisis kali ini tidak berakhir, berarti Allah memang menghendaki semua kisah berakhir dan tugas kita tinggal bersama sama berkumpul di padang Mahsyar, lalu melanjutkan perjalanan massal kita ke Akherat…ya kan??. Jadi memang tidak ada yang perlu dikawatirkan.

Tugas utama kita pada saat ‘Badai’ seperti ini adalah ‘Pastikan Anda selalu sehat dan bugar’. Pokoknya jangan pernah pelit untuk berobat dan berupaya sehat, sebab pada saat sehat, kita pasti lebih produktif..!!

4. Bijaksana dalam keuangan

Mulai hilangkan pengeluaran yang nggak perlu, apalagi yang sifatnya hanya untuk gensi-gengsian. kalau perlu, pasang stiker gedhe-gedhe di ruang tidur: “Menghamburkan uang adalah penyakit & utang kartu kredit adalah kanker.”

Perbanyaklah Shodaqoh, sebab jangan salah, “Shodaqoh itu investasi lho, bukan pengeluaran!!”.

Coba cek ke semua ‘kitab suci’, masing-masing TUHANnya pasti menjanjikan pengembalian shodaqoh dengan hasil yang melimpah, tugas kita tinggal menjalankan Sodaqoh dengan ikhlas, itu doang.

5. Fokus hanya pada hal-hal yang bisa kita kendalikan

Jadi jangan mikir yang diluar kendali, misal kenapa China berhenti belanja batubara? atau Kontrak tambang Freeport akan diperpanjang Jokowi? bahkan bagaimana cara mendamaikan PSSI dengan Menpora?

Wis, pokoknya gunakan otak kita se-efisien mungkin selama masa krisis ini dan jangan menyiksa otak untuk memikirkan hal-hal yang sudah pasti diluar kendali kita, lha wong jelas-jelas kita nggak punya akses untuk menyelesaikan masalah-masalah itu kok, eman-eman otak kita.

Nggak kalah penting, kurangi atau nggak usah sama sekali membaca berita negatif, sudah 2 thn lebih saya nggak dengerin berita TV maupun baca berita di surat kabar,ngerusak otak..!!!.

Berhentilah menyebarkan kekhawatiran atau ketakutan, berhentilah mengeluh tentang ekonomi yang sulit, berhentilah berbicara berita tentang krisis, sebab pemikiran-pemikiran itu secara nggak sadar malah akan ‘membelenggu’ otak kalian untuk bergerak maju.

6. Gunakan situasi saat ini sebagai kesempatan untuk mempertajam keterampilan atau untukmenjelajahi hal-hal baru

Kalo ingin tetap menjadi karyawan, segera ambil tindakan dan lakukan secara besar-besaran :

a. Kirim lamaran ke banyak perusahaan

b. Hubungi teman-teman untuk tanya lowongan kerja,

c. Cari info kerja di internet

tapi jangan pikirkan hasilnya!!”

Kalau ingin mencoba berwiraswasta, saatnya mencoba usaha, cari ‘Bisnis Modal Kecil tapi bisa jual mahal’. TAPI INGAT!!!  Jangan pertaruhkan semua tabungan untuk modal usaha, sebab kalian masih pemula sehingga belum Mahir dalam ‘Berusaha’.

Jangan terjebak hanya memikirkan hasil suatu pekerjaan, tapi mulailah berfikir tentang ‘efeknya’.. misalnya : mengajar privat anak sekolahan, berefek dapat kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang tuanya (buka peluang usaha lain).

7. Selalu bersilaturahmi & bersyukur

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”

Lha kalau saya, Ikuti saja anjuran Rosulullah. Beliau kan utusannya TUHAN di dunia ini, pastilah nggak bohong.

Dan dalam kondisi apapun yang menimpa kita, selalu bersyukurlah..!!!.  Sebab pasti ada orang-orang di Sekitar yang lebih sengsara dari kita.

Kira-kira demikian teman-teman, silahkan mencoba mendalami dan melaksanakannya satu persatu, Insya Allah ‘kekhawatiran’ kalian akan berangsur-angsur berkurang dan menghilang, selamat mencoba..!!!

PS : Pokoknya, pegang teguh prinsip Nggak ada jalan buntu..!!!”. Lha tapi kalau memang buntu beneran, ya segera balik kanan aja hehehe..  dan jangan takut ‘memulai’ jalan baru..!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *