Mosok Tuhan Salah Catat..?!!

Mosok Tuhan Salah Catat..?!!

 

Temen-teman pernah nggak ngalami peristiwa begini, pas duduk-duduk ngopi.. tiba-tiba ingat kesalahan kecil masa lalu, lalu nyesel dan kepikiran terus-terusan, kalau mau minta maaf udah nggak pas waktunya, kalau nggak minta maaf mengganggu pikiran terus, terus bingung mau ngapain, toh itu adalah masalah kecil masa lalu.

Foto-1-(Mosok-Tuhan-Salah-Catat..!!)

“Teman baik saya itu adalah komandan Pleton Inti putri Sekolah kami”

Seperti setahun terakhir ini, mbuh kenapa kok saya menjadi sering teringat teman baik saya waktu SMA, selain sekelas sejak kelas satu, kebetulan dia juga terpilih menjadi komandan ‘Pleton Inti’ putri sekolah kami, jadi cukup seringlah saya berinteraksi dengannya, baik di kelas maupun di saat kegiatan baris berbaris.

O iya, waktu itu dia udah sering ke sekolah membawa mobil bapak’é, kalau nggak salah Datsun 1600 warna coklat tahun 70an lah, bukan mobil baru sih, tapi masih mulus, karena murid di sekolah kami dilarang membawa mobil, maka biasanya dia parkir di bawah pohon cemara sisi luar pagar sekolah.

Suatu saat karena hujan, saya pinjem mobilnya guna mendaftarkan lomba baris berbaris di balaikota Yogyakarta, nggak inget kenapa kok waktu itu dia nggak ikut yaa?? malah seingat saya, waktu itu saya pergi sendirian.

Lha besuk paginya, datang-datang ke sekolah dia langsung marah-marah ke saya, sebab katanya lagi, di pintu mobil bapaknya itu ada goresan luka hitam, saat itu dia marah-marah menuduh pasti saya yang menyebabkan luka gores itu serta menyesalkan kok saya tidak ngomong atau minta maaf kepadanya.

Lha karena saya nggak merasa melakukannya, terus ditambah gengsi saya sebagai cowok di tambah lagi dengan gengsi sebagai komandan ‘Pleton Inti’ Putra, bahkan datang bergabung pula gengsi saya sebagai Wakil Ketua OSIS saat itu. Maka ‘Akal tidak Sehat’ saya memutuskan untuk membalasnya dengan ‘Action Lebih Marah’..!!!

Alhasil, sayalah pemenangnya waktu itu, dia balik kanan dengan terlihat jelas menahan air mata, maka menanglah saya..!!!!! Dan kejadian itupun secepat kilat hilang dari memory saya dan juga memory ‘Akal tidak Sehat’ saya sudah otomatis memutuskan untuk menyimpannya dengan kesimpulan : “Saya tidak salah dan bukan saya penyebabnya”

Tapi 30th kemudian, sekitar awal tahun lalu, entah sengaja atau tidak, TUHAN memberikan jawaban atas keangkuhan ‘Akal tidak Sehat’ saya selama ini.

Kisahnya begini..
Pagi itu, sedang asyik-asyiknya saya ngopi di teras depan rumah, tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah goresan luka di bumper belakang mobil kesayangan saya, ‘Mak Cleeng..!!’ tiba-tiba nyeri kepala saya menahan emosi yang datang tiba-tiba dan langsung memuncak.

Saya berusaha tenangkan pikiran, dan saya panggil sopir saya yang sedang mencuci mobil, “Dik, tau nggak ada luka di bumper belakang itu..??? Perasaan kemarin nggak ada dèh..”, tanya saya pada sopir dengan nada yang sudah saya lembut-lembutkan.

“Wélhaa.., kemarin saya seharian nyopir nggak berasa nyenggol sesuatu tuh Pak, waktu parkir di Darmawangsa juga saya jagain di sebelah mobil, kan Bapak juga berasa kalau waktu saya nyopir kemarin nyenggol sesuatu..”, Pembelaan sopir saya dengan ngèyèlnya.

“Diampuuuuuut..!!!”, batin hati saya, kan harusnya hanya saya yang boleh marah, saya kan bossnya, dia sopir yang Arief gaji buat ‘ngladèni’ saya dan itu semua kan tanggung jawab dia, wong seharian dia yang nyopir koq!!!!

Segera saya kumpulkan semua perbendaharaan kata-kata sumpah serapah ‘Made in’ kebun binatang, dan dengan bumbu emosi yang hampir meledak.. SIAAAP SAYA TUMPAAAAHKAN SELURUUH UMPATAN KE WAJAH SOPIR SAYA..!!!!!

Éééé.., lha koq tiba-tiba datang ‘Datsun 1600 tua warna coklat’ parkir tepat di benak saya, lalu ‘mak plereeeeet’, seluruh emosi saya sirna, hilang pulalah seluruh rangkaian kata-kata atas nama para penghuni kebun binatang itu.

Sepertinya ada kekuatan yang ‘Maha Dasyat’ membelai lembut kening saya, sambil menggaris bawahi kalimat saya sendiri: “kan tanggung jawab dia, wong seharian dia yang nyopir koq!!!!”

Lalu tanpa diperintah, ‘Akal tidak Sehat’ saya meralat keangkuhan 30 tahun silam serta merangkai kata sendiri, “Kan tanggung jawab saya, wong saya yang nyopirin Datsun 1600 coklat itu”.

Foto-2-(Mosok-Tuhan-Salah-Catat..!!)

“Datsun 1600 th 70an kesayangan teman baik saya itu..”

Langsung lemes saya, duduk terkulai penuh penyesalan, kenapa dulu itu saya nggak merendah dan mengaku salah saja, toh waktu itu temen saya juga nggak minta ganti kok.. Lalu sejak itu saya mulai berpikir mencari no HP dia itu untuk hubungi dan minta maaf, tapi entah karena rasa malu, ragu atau mungkin malah karena angkuh, saya selalu gagal atau membatalkan niat menelpon dia.

Dan sejak saat itu pula bayang-bayang Datsun 1600 coklat itu sering muncul tiba-tiba, bukan menghantui sih, tapi cukup mengingatkan saya untuk segera ‘menyesali’ kesalahan kecil 30 tahun silam…

Baru kemarin sore, atau setahun setelah kejadian ngèyèlnya sopir saya itu, saya berhasil memberanikan diri WA dia dan berusaha memohon maaf, betapa kagetnya saya membaca jawabannya ketika saya sampaikan permintaan maaf tersebut: “Weehh…. kapaaannn?? …. hahaa.,, mosok sih…”

Aseeeeem.., rasa bersalah bertahun-tahun jee hanya di-‘Weeeh’…., tetapi lega sudah saya mendengar jawabannya yang bisa saya artikan sebagai telah termaafkan salah satu kesalahan kecil saya itu… Dan sekarang saya sedang berusaha mengaudit serta mengingat ingat kesalahan-kesalahan kecil saya lainnya.

Kesalahan kecil-kecil lho.., bukan kesalahan besar lho ya, sebab kalo kesalahan besar biasanya kita gampang teringat dan paling-paling memory kita malah sudah otomatis menyediakan alasan pembenaran atas kesalahan besar tersebut, sehingga hasil akhirnya malah sudah kita simpulkan BUKAN DOSA, hanya sekedar kilaf..!!

Tapi kadang ada juga lho.. dan moga-moga Analisa saya ini benar dan TUHAN mengijinkannya.. “Kita ikhlaskan suatu hal kecil, tapi berpotensi menjadi ‘Tabungan Akherat’ yang melimpah kelak..”, hehe bingung tho.

Kira-kira gini kisahnya..
Sekitar 10 tahun yang lalu saya berhasil membantu teman mendapatkan IUP (Ijin Usaha Pertambangan) Emas dengan harga sangaaat murah dan sesuai janjinya saya berhak atas 20% saham ‘Non-Dilution’ atas usaha itu.

Tapi terus terang, karena nggak paham, maka saya percayakan saja urusannya pada teman saya itu dan bahkan sore itu pun saya sampai sudah lupa bahwa punya saham di tambang emas itu.

Sore itu patner saya yang lain mengingatkan akan tambang emas itu, sebab dia baca di media massa bahwa tambang tersebut dijual dengan harga yang sangat fantastis, rupiah dengan jumlah ‘0’ nya 12 digit.

Wuuuuuh.., ada transaksi sebesar itu kok saya pemilik saham 20% sampai nggak tau dan bahkan nggak diberitahu yaa?? bingung saya ketika ditegur dan diingatkan patner saya itu.

Hebatnya lagi, ketika ditanyakan pada teman yang sudah berjanji ‘akan selalu menjaga’ titipan saya itu, beliau menjawab,”Lho itu perusahaan sudah lama dipailitkan koq..”

“Hahahahahahahahaha…”, Saya ketawa terpingkal-pingkal.. Lha gimana nggak geli, Baru sore itu saya mendapat kabar bahwa saya berhak atas Ratusan milyard Rupiah.. Lha kok paginya baru tahu kalo katanya perusahaan itu sudah lama ‘pailit’.

Qiqiiqiqiqiqiqiqiqiqiqi.. Lha wong proses pailit kok sampai pemilik saham nggak kroso, udah gitu perusahaan yang sudah dipailitkan mosok laku semahal itu.., qiqqiiqiqiqii, mbuh ngga jelas ini siapa yang gendheng.

Saya akhirnya jadi kepikiran, kira-kira besuk di akherat.. TUHAN mau memakai hitungan yang mana ya?? Apakah beliau percaya begitu saja dengan data dan fakta-fakta yang telah teman saya buat..?? Atau jangan-jangan kelak saya mendapat rejeki nomplok ‘Tabungan Akherat’ yang jumlahnya sampai Ratusan milyard Rupiah..??

Terus misal kan iya, mau jajan apa ya dengan ‘Tabungan Akherat’ sebanyak itu??? Sik..Sik.. emangnya besuk di surga ada warung??? Trus mbaknya yang jaga warung di surga cakep-cakep nggak yaa?? Haaaaaahahahahahaaahaa, malah dadi edaaan pikiran saya ini.

Wis lah, saya manut TUHAN saja, terserah apa yang akan BELIAU putuskan atas hak saya itu.. Mungkin BELIAU merasa saya nggak akan siap menerima dan memanfaatkan rezeki sebesar itu di dunia fana ini.. makanya lalu BELIAU ciptakan ‘Skenario Lucu’ ini.. insya Allah saya ikhlaskan…

Ééh, Tapi apa kira-kira seperti itu yang akan TUHAN tulis dalam catatan ‘Pembukuan Amal Perbuatan Kita’ ya?? Kira-kira catatan di buku TUHAN itu ada nggak ya yang ‘keselip’..??
Atau mungkin malah TUHAN sengaja melupakan nulisNya karena BELIAU anggap sebagai kesalahan kecil atau ketidak sengajaan saja?? Atau malah jangan-jangan TUHAN tulis memakai ‘Spidol Merah’ atau BELIAU ‘Stabilo Merah’ catatan kita tersebut??

Foto-3-(Mosok-Tuhan-Salah-Catat..!!)

“Jangan-jangan TUHAN mencatat detil seperti Notaris??!!”

Bisa jadi TUHAN itu menciptakan NOTARIS hanya untuk memperingatkan kita, bahwa kelak BELIAU akan menulis serta mencatat sedetil sedetilnya hingga ‘koma’, ‘titik’, tanggal dan bahkan jam seluruh amalan kita, baik ‘Amal Positif’ maupun ‘Amal Negatif’ kita… Gawat..!!

Terus udah gitu, besuk pada ‘Hari Akhir’ njumlahnya catatan ‘Pembukuan Amal Perbuatan Kita’ gimana ya?? Pakai sistem yang mana ya??

Apakah karena sangking banyaknya umat manusia lalu langsung TUHAN ‘rekap’ saja?, sehingga BELIAU hanya akan melihat ‘SALDO AKHIR’ amal perbuatan kita???

Tapi jangan-jangan TUHAN itu adalah AKUNTAN SEJATI..?? Terus BELIAU akan bikin kolom ‘Amal Negatif’ guna mencatat semua ‘kesalahan’ yang kita perbuat selama hidup, serta satu lagi kolom ‘Amal Positif’.. WATHOOOOWWWW..!!?

Lha gimana nggak kawatir, kan walaupun di kolom paling kanan adalah ‘Saldo Berjalan’ yang masih positif, tapi nanti kan di ‘Hari Akhir’ tetep ada kolom ‘Saldo Negatif’ dan kolom ‘Saldo Positif’.. Waah berarti kita harus mempertanggung jawabkan semua kegiatan pada Kolom ‘Amal Negatif’ terlebih dahulu, meskipun ‘Saldo Positif’ juaauuuh lebih besar sekalipun..😖😖😩

Tapi gini.. sistem manapun yang hendak TUHAN berlakukan dalam penghitungan ‘SALDO AKHIR’ amalan kita kelak.. Ada baiknya sejak sekarang juga kita mulai membuat langkah-langkah perbaikan ‘Neraca Amalan‘.

Terus berbuat baiklah guna meningkatkan ‘Saldo Positif’ dan selalu bertaubat pada TUHAN guna menurunkan ‘Saldo Negatif’ kita.

Oh ya, bagi teman-teman suka berfikir praktis dan suka berhemat, ini ada satu ‘PROMO AMALAN’ yang TUHAN janjikan bisa ber-‘Efek Ganda’.. “BERPAHALA sekaligus MENGHAPUS DOSA”..

Yaitu: ‘Berbakti dan Mendo’akan Orang Tua’ (QS Al-Ahqaf [46] : 15-16)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *