‘Richard Mille VS Rusunawa’

‘Richard Mille VS Rusunawa’

Untung saja jam tiruan ini sangat kuat, jadi nggak hancur ketika beliau banting..hehe

Untung saja jam tiruan ini sangat kuat, jadi nggak hancur ketika beliau banting..hehe

Hehe.. Nggak tau kenapa saya kok jadi inget kejadian beberapa saat yang lalu, ada kawan yang ngotot minta dianterin ketemu Kapolda, dia mau lapor 3 buah jamnya ilang.

Lha saya geli dalam hati, baru ilang jam tangan 3 biji aja lapor ke Kapolda.. “Mosok Kapolda suruh ngurusi jam ilang, lha kalo jam tangan saya ilang sepuluh aja saya nggak bakalan ke Pak Kapolsek”, batin hati saya.

Dugaan saya waktu itu, nanti pun kalo misal bisa ketemu Pak Kapolda, pasti karena kesibukan beliau, urusannya paling juga dilempar ke Pak Kapolsek untuk beresin, lha wong Pak Kapolres aja masih saya anggap ketinggian ngurusin jam ilang, hehe.

Udah gitu, sekarang kan sebenarnya makai  ‘Jam Tangan’ tuh dah nggak musiiim lho menurut saya. Lha buat apa kita pakai jam tangan..??? Sementara di HP kita kan juga ada jam nya. Malah udah langsung otomatis menyesuaikan dengan waktu setempat kalau misalnya kita terbang ke pulau lain.

Mungkin bagi kawan saya ini atau di ‘Habitat’ mereka, Jam itu lebih untuk ‘fasion’ barang kali ya?? Beli jam warna-warni bentuk dan talinya, biar bisa modis dan ‘matching’ ama pakaiannya barangkali yaa??.

Tapi saya jadi inget juga becanda’annya sekumpulan eksekutif muda di Mall waktu itu, mereka mentertawakan salah satu temennya yang pakai jam baru dan ‘action’.. “Alaaaah eluuu, baru make jam ‘Rollex’ aja udah blaguu luu..”, ucap seorang diantara mereka yang memakai jam tangan yang bentuknya kotak dan tebel.

Lha kalo’ menurut saya, jam ‘Rollex’ itu kan jam beneran, harganya juga beneran, lha wong kata temen saya malah yang termurah Rp 100jt, maak.., kenapa masih dilecehkan oleh anak-anak itu ya??

Logikanya, kalimat ejekan seperti itu pasti diucapkan oleh seseorang yang merasa jam tangannya jauh lebih hebat dari ‘Rollex’, trus jam apa yang lebih dari ‘Rollex’ yaa?? batin hatiku.

Lha sementara buat saya pemilik jam tangan Mannix (baca kisahnya di “The MANNIX”) yang seharga Rp 175.000,-, Jam tangan ‘Rollex’ itu sudah Jamnya ‘Para Dewa’ lho.., lha iya dong, kalau Rp 100jt-an kan sudah bisa dibelikan mobil bagus, setidaknya Toyota Avansa atau Daihatsu Xenia udah kebeli..laah.

Atau jangan-jangan sekarang ini sudah ‘ngetrènd’  ya jam tangan sebagai simbul status sosial, dimana jam tangan tersebut secara tersamar akan ‘mengumumkan’ derajad atau kasta pemakainya??. Sehingga semakin kaya seseorang, dia akan membeli jam tangan yang lebih mahal lagi..!??

Sik..sik..sik.. kok malah tambah mumet saya, lha kok malah menjadi bertambah banyak pertanyaan yang mengusik ‘daya nalar’ saya nih. Coba kita bahas pelan-pelan yaa, siapa tau saya jadi paham tentang ‘Lika Liku Jam Tangan’ ini.

“Apakah jam tangan menunjukkan status sosial??”

Saya udah browsing sampe mana-mana, kalau ada artikel yang bilang bahwa jam tangan menunjukkan status sosial itu biasanya dari situs ‘penjual jam’, atau seseorang yang menyebut dirinya ‘pengamat jam’.

Kalau dari masyarakat awam atau pengguna malah belum ada yang mendukung ‘teori’ ini, lha coba, kalau nggak percaya browsinglah di internet, yang ada malah ‘sikap’ menolak teori bahwa Jam tangan menunjuk Status Sosial seseorang, contohnya :

Seorang wakil rakyat kita yang juga bisnisman handal. Ketika terlihat jam tangannya waktu bersalaman dengan ‘Tokoh Besar’ Amerika, nggak mau komentar dan mengakui kok tentang ‘Kasta Tertinggi’ Jam tersebut, berarti dia nggak suka dan nggak setuju kan atas teori : “Jam tangan menunjuk Status Sosial seseorang..”

Richard Mille VS Rusunawa 2Satu contoh lagi, salah satu jendral tertinggi tahun lalu juga marah tuh ‘dituduh’ memakai jam tangan bermerk, bahkan dia ngotot bahwa jamnya murahan kok, katanya dia sih, jamnya itu KW2 dan untuk membuktikan bahwa bener-bener jam palsu, lalu dia banting jam tersebut di muka para wartawan.

Ya kan, nggak bener kan bahwa jam tangan itu menunjukkan status sosial pemakainya..? pada nggak percaya siih, lha nyatanya masih ada aja pihak-pihak yang malah malu ketahuan pakai jam tertentu gitu lho.

Walaaah.. ini kok malah melebar kemana-mana yes obrolan saya. Ayoo, ayoo kembali ke laptop!!!!!!

Jadi ternyata, setelah saya tanya Merk dan type 3 buah jam tangan temen saya yang ilang itu, lha jebul total harganya sampé Rp 7 Milyard.. Woooooouuuw!!!!!

Lha tambah bingung saya, lha kok yo aneh-aneh, kok ya ada orang yg jalan-jalan makai jam tangan seharga 2 Milyard rupiah, lha kan sama aja dia jalan-jalan sambil ‘nèntèng2′ Town House kan ya??. Atau setara dengan 50 unit Rusunawa di pinggiran Jakarta… Masyaa Allaaaaah!!!!!

Saya terus membayangkan, jika saja Pak Wakil rakyat itu mau mensedekahkan jam tangannya, terus dibagikan ke rakyat yang beliau wakili, opo nggak hebat, 50 KK (Kepala Keluarga) menjadi punya rumah.

Trus saya tanya lagi ke temen saya itu..”lha kok nganti iso ilang semua itu apa kamu ngga simpen di almari yang dikunci??”.

“Lha itulah.., yang ngambil pasti pegawai yang bertugas ngerawat jam-jam saya, dia yang pegang kunci almari jam dan sebulan lalu dia pamit pulang kampung tapi hingga sekarang dia ngga balik-balik”, jawab temen saya.

“Lho, emang berapa jumlah jam tanganmu, kok sampai baru sebulan ketahuan kalo’ ada yang ilang??, cecar saya, lha tapi malah tambah kaget saya denger jawaban temen saya ini, “kira-kira 30 biji”.

Bayangkan, asem tenan temen saya ini, mosok sampe beli jam tangan 30 biji,  njuk kapan makainya??. Udah gitu, kalo misalnya harganya sepantaran 2M semua, kan udah 60M rupiah tho itu.. wedyaaaaan!!

Lha berarti kan setara dengan 1500 unit Rusunawa kan?? Lha kalo 1 KK anggap saja 4 anggota keluarga. Lha bagaimana caranya dia bisa tenang-tenang saja nyimpen 6000 warga dalam satu kotak Almari jam tangan??????

Lha itu hanya koleksi jam tangan, berarti baru hanya sebagian kecil dari aset yang dimilikinya, ckckckckck..??!. Trus se-Indonesia ini ada berapa orang yang bernasib dan berperilaku kaya raya seperti teman saya itu, ada kalo 1000 orang barangkali ya??.

Saya njuk ngalamun,  jika saja semuanya bareng-bareng sepakat hanya akan menggunakan ‘Penunjuk waktu yang ada di HP masing-masing, terus merelakan koleksi jam tangannya untuk mbangun Rusunawa, berarti akan ada 1.500.000 KK terselamatkan… wuuuuuiiiih.

Kenapa belum begitu ya??. Padahal Tuhannya semua agama beserta para Dewa Hindu dan Budha sudah bersepakat akan melipat gandakan harta yang disedekahkan serta menjamin keamanan anak cucu para dermawan lho.

“Ampunkanlah mereka Tuhan, mungkin mereka belum tau apa yang mereka Perbuat.. Amin”

– Tammat-

HUKUM HINDU:
“Bila orang berbuat kebajikan dengan memberi hadiah-hadiah, suka memberi pelajaran dan nasehat-nasehat walaupun kepada orang miskin sehingga dapat menghibur hatinya, maka orang yang demikian akan selamatlah anak cucu dan keturunannya serta akan terkenalah kebaikan budinya”. (SS.172)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *